Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Saturday, April 27, 2013

Kumpulan upacara adat suku minahasa

Beberapa upacara adat yang ada di duku minahasa sulawesi~ Upacara merupakan salah satu hal yang saya lakukan rutin di sekolah setiap hari senin, namun berbeda dengan artikel yang akan saya bahas kali ini yang akan menceritakan mengenai beberapa upacara adat yang ada di suku minahasa. Keanekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia membuat para turis manca negara sangat kagum dengan negeri ini, tak kalah dengan suku minahasa yang memiliki banyak sekali upacara adat. Selain upacara adat ternyata suku minahasa yang terletak di pulau sulawesi ii juga memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah. Tanpa berlama-lama apa saja upacara adat yang ada di suku minahasa akan di bahas dibawah ini:

1. Metipu
Adalah salah satu upacara adat yang dilakukan oleh suku minahasa dengan tujuan penyembahan kepada sang pencipta yang disebut dengan Benggona Langi Dautan Saluran. Sebagai orang muslim sebaiknya kita jangan tiru-tiru apa lagi sampai ikutan, jangan sampai kita menyekutukan Allah, Cukup sebagai ilmu pengetahuan saja dan tak perlu di amalkan.

2. Mupuk Im Bene
Upacara adat suku minahasa mupuk Im bene merupakan upacara yang di lakukan selepas panen raya, mungkin tujuan dari upacara ini adalah sebagai rasa syukur telah di berikannya panen yang berlimpah oleh Tuhan.

3. Monondeaga
Upacara adat ini di lakukan untuk mengukuhkan atau memperingati masa pubertas bagi seorang wanita yang pertama. Saya juga kurang tau apa tujuan di adakan upacara ini, mungkin karena nenek moyang mereka dahulu melakukan hal itu jadi mereka mengikuti begitu saja.

Berbeda-beda suku, bahasa, agama, dan RAS ternyata bukanlah hal yang membuat kita lemah. Justru jika kita bisa saling mengerti dan saling menghargai satu sama lain serta saling bekerja sama da bersatu akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dan dapat membawa negara kita maju.

Monday, February 18, 2013

wisata candi gedong songo gunung ungaran semarang

(dedi-smk.blogspot.com) Candi gedong songo merupakan candi peninggalan agama hindu yang terletak di desa Candi, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang jawa tengah. Candi yang terletak di lereng gunung ungaran ini memiliki 9 buah candi. Mungkin juga candi ini diberi nama gedong songo karena disana terdapat candi yang jumlahnya sembilan (songo). Ditempat candi gedong songo memiliki suhu yang sangat dingin hal ini disebabkan karena candi gedong songo terletak pada ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Candi ungaran merupakan candi yang diketemukan oleh Rafles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan agama hindu pada masa wangsa syailendra abad ke sembilan. Pada awal penemuan candi oleh rafles, candi diberi nama dengan gedong pitoe karena hanya terdiri dari 7 candi. Namu semakin kesini ternyata masih diketemukan dua candi lagi meskipun dalam keadaan yang sudah tidak utuh sehingga pada akhirnya candi ini diberi nama dengan candi gedong songo. Candi yang tepatnya berada di dusun Darum ini terdapat pada tempat yang memiliki pesona alam yang indah, anda dan keluarga dapat berekreasi sambil bersantai disana. Untuk dapat melihat ke sembilan candi anda harus berjalan dari candi satu ke candi berikutnya, namun tenang saja jika anda tidak kuat berjalan karena disana ada kuda yang disewakan untuk para pengunjung. Istilah nama candi gedong songo berasal dari bahasa jawa yakni gedong yang artinya bangunan sedangkan songo yang berarti sembilan. Jadi candi gedong songo adalah bangunan yang terdiri dari sembilan. Meskipun candi gedong songo memiliki sembilan candi, namun anda tidak akan melihat ke sembilan candi tersebut karena sebagian dari candi telah runtuh dan hampir rata dengan tanah. Banyak keuntungan dengan berlibur ke candi gedong songo, selain dapat menikmati peninggalan sejarah anda juga bisa menikmati pesona alam yang luar biasa indah disana. Jika anda lapar disana terdapat pedagang yang menjual makanan, dan jangan takut haus karena ada juga pedagang keliling yang menawarkan makanan ringan serta minuman kepada anda.

Wednesday, February 13, 2013

sejarah candi mendut magelang jawa tengah

(dedi-smk.blogspot.com) Candi mendut merupakan salah satu candi di Indonesia yang bercorak budha. Candi yang berada di Magelang ini hanya berjarak sekitar 3 KM dari letak candi Borobudur. Candi mendut menghadap ke barat daya dan pada awalnya lebih dikenal masyarakat dengan nama vevuvana atau hutan bambu. Didalam candi mendut terdapat beberapa arca yang diantaranya: Arca Dyani Budha Cakyamuni atau Vairocana, Arca Budha Avalokitesvara atau Lokesvara, dan Arca Bodhisatva Vajrapani. Asal mula nama mendut berasal dari nama seorang gadis cantik nan elok yang terlahir di desa Trembagi. Candi mendut saat ini menjadi tempat rekreasi, bangunan candi yang terdapat dalam candi mendut antara lain basement (dasar candi) yang memiliki ketinggian mencapai 3,70 m yang menjadikan candi ini megah dan sedap dipandang. Letak candi mendut secara lebih detail adalah berada di kawasan kota mungkit yang berjarak 3 km dari candi borobudur dan masih termasuk daerah Magelang. Mengenai kapan candi ini dibangun sampai saat ini masih belum ada informasi yang jelas mengenai lahirnya candi ini. Saat pertama kali ditemukan candi ini tertutup oleh tanah dan semak belukar, candi ini erat kaitannya dengan candi borobudur dan candi pawon. Struktur bangunan dari candi mendut dan candi pawon hampir mirip, hanya saja candi mendut memiliki perbedaan pada ukurannya.

sejarah terjadinya candi prambanan jawa tengah-Yogyakarta

(dedi-smk.blogspot.com) Candi prmabanan merupakan candi yang terdapat di jawa tengah, banyak orang yang salah menafsirkan mengenai candi prambanan. Kebanyakan orang tersebut menganggap bahwa candi prambanan merupakan saudara dari candi borobudur yang sama-sama berada di jawa tengah, karena mereka menganggap bahwa candi prambanan merupakan candi yang sama degan borobudur maka mereka pun menganggap bahwa candi prambanan merupakan peninggalan agama buda. Padahal tidak demikian, ternyata candi prambanan yang berada di jawa tengah ini memiliki aliran agama hindu dan tak ada sangkut-pautnya dengan agama budha yang dibawa oleh candi borobudur. Candi prambanan merupakan candi yang berada di perbatasan antara jawa tengah dan daerah istimewa Yogyakarta. Candi prambanan erat kaitannya dengan kerajaan pengging, dimana dalam kerajaan tersebut terdapat seorang kesatria yang memiliki pusaka bandung dan memiliki nama Bandung bondowoso. Menurut ceritanya pada awalnya bandung bondowoso ingin menikahi Roro jongkrang namun roro jonggrang menolaknya. Karena Roro jonggrang tidak ingin ingin menyakiti hati Bandung bondowoso dia menolak dengan cara halus, yakni dengan memberikan syarat yang tak mungkin untuk dipenuhi. Namun roro jonggrang tidak tau bahwa sebenarnya Bandung bondowoso memiliki prajurit yang berupa jin. Roro jonggrang meminta permintaan yang tidak mungkin kepada bandung bondowoso yakni dengan menyuruhnya untuk membuat 1000 candi dalam satu malam. Dalam keyakinanya Roro jonggrang sangat yakin bahwa Bandung bondowoso tidak akan mampu memenuhi permintaannya. Namun kenyataan yang terjadi membuat Roro jonggrang tercengang, Bandung bondowoso yang dibantu oleh jin-jin nya ternyata hampir menyelesaikan permintaan Roro jonggrang sebelum matahari terbit. Mengetahui hal itu Roro jonggrang menyusun rencana licik dengan membuat suasana seolah sudah pagi dengan cara membakar jerami dan menumbuk padi sehingga ayam bangun dan berkokok. Mendengar hal itu prajurit jin Bandung bondowoso langsung ketakutan dan segera pergi karena mereka mengira sudah pagi. Ternyata Bandung bondowoso mencium kelicikan Roro jonggrang tersebut, lalu dia marah dan menjadikan Roro jonggrang sebagai patung yang ke 1000. Entah benar atau tidaknya cerita diatas hanya Allah yang tau, semoga bermanfaat.

Tuesday, February 12, 2013

sejarah singkat adanya candi borobudur magelang

(dedi-smk.blogspot.com) Candi borobudur merupakan candi tua yang terdapat didaerah borobudur magelang. Candi yang dibangun pada sekitar abad 8-9 masehi ini dibangun oleh wangsa syailendra dalam rangka menyebarkan agama kepercayannya (budha mahayana). Candi borobudur sejak dulu digunakan untuk beribadah agama budha, meskipun demikian namun kita sebagai umat islam ada juga yang mengunjungi candi ini. Menurut saya kita boleh-boleh saja ke candi borobudur asal dengan syarat kita tidak boleh mengikuti ritual keagamaan mereka karena itu dapat menimbulkan kemusrikan. Sejarah dari candi ini menuliskan bahwa candi borobudur dibangun pada masa wangsa syailendra yang sangat terkenal yaitu samara tungga. Pada awal pembuatan candi hanyalah dengan menumpuk batu dengan tujuan menghias suatu bukit namun lama-kelamaan tumpukan batu tersebut akhirnya menjadi menjulang tinggi dan paling tidak menghabiskan sekitar 55.000 m3 batu andesit. Candi borobudur memiliki struktur bangunan yang dibentuk menyerupai limas yang menjulang keatas dan untuk menaiki candi ini disana sudah ada empat tangga tempat anda bisa naik ke candi ini. Pada masanya candi ini digunakan untuk keperluan ibadah agama budha dan sekaligus sebagai pusat perekonomian kerajaan. Namun sungguh disayangkan kejayaan candi borobudur tidak bertahan lama yakni hanya sekitar 150 tahun. Ditambah lagi lunturnya kepemimpiman wangsa syailendra membuat kejayaan candi borobudur bertambah menjadi semakin luntur. Berkembangnya kerajaan matara membuat candi ini semakin dilupakan karena masyarakat mataram pada saat itu lebih senang menggunakan yogya sebagai pusat perekonomian mereka. Candi borobudur ditemukan dalam keadaan tertutup oleh tanah pada masa penjajahn inggris (1811-1816) oleh Sir Thomas Rafles yang berhasil mengangkat kepunahan candi borobudur menuju cahaya yang terang benderang. Tidak cukup sampai disitu setelah rafles usaha untuk membuat candi borobudur tidak punah diteruskan oleh Hartman dia adalah seorang residen kedu. Diyakini candi borobudur tertutup oleh tanah karena pada saat itu terjadi letusan gunung berapi yang dahsyat sehingga menyebabkan tertutupnya candi borobudur.

Wednesday, December 19, 2012

Sejarah perang aceh | jalannya perang aceh

(dedi-smk.blogspot.com) 
Perang Aceh

Sejak meninggalnya Sultan Iskandar Muda, keadaan Kerajaan Aceh semakin suram. Begitu pula kira-kira tahun 1630 keadaan semakin suram akibat adanya saingan-saingan dari imperalisme Barat. Kerajaan Aceh yang mengalami masa jaya pada masa Sultan Iskandar Muda akhirnya terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang berkuasa dan berdaulat. Sultan Aceh hanya berkuasa di daerah kutaraja dan sekitarnya saja.Sultan hanyalah merupakan lambang persatuan Aceh namun demikian Sultan berkuasa penuh atas hubungan dengan Negara asing. Bangsa Belanda maupun Inggris mengakui kedudukan politik aceh berdasarkan Treaty of London (1824).

1.      Sebab-sebab Perang Aceh
Kedudukan Aceh dalam politik internasional (1824) diakui oleh Belanda dan Inggris. Dengan perjanjian ini, putra-putra Aceh dapat mengadakan perdagangan secara leluasa dengan bangsa manapun juga. Kebebasan aceh yang besar ini tidak menguntungkan Belanda. Oleh karena itu Belanda menggeledah dan menangkap para pelaut Aceh. Sebagai balasannya, rakyat Aceh mengadakan sergapan-sergapan terhadap kapal-kapal Belanda.
Peperangan di antara kedua belah pihak tidak dapat dielakkan. Pada tahun 1850, Belanda melakukan perundingan dengan Aceh untuk menghentikan permusuhan dan Aceh bersedia untuk menepati janji.
Keadaan yang aman dan damai akibat perundingan tersebut akhirnya digoncangkan lagi oleh Belanda. Pada tahun 1858, Belanda mengadakan perjanjian dengan raja Siak. Dalam perjanjian ini Siak dipaksa untuk menyerahkan taklukannya kepada Belanda. Daerah taklukan Kerajaan Siak adalah Deli Serdang, Asahan dan Lagkat. Sesungguhnya, daerah-daerah tersebut merupakan wilayah kekuasaan Raja Aceh sejak masa Sultan Iskandar Muda. Menurut para bangsawan Aceh, Belanda telah melanggar kedaulatan Aceh dengan membuat perjanjian sepihak dengan Siak. Rakyat Aceh menuduh Belanda sudah tidak menepati janji. Akibatnya beberapa kapal Belanda yang sedang berada di Aceh direbut oleh Rakyat Aceh. Perebutan ini disetujui oleh Inggris, karena Inggris menyatakan bahwa Belanda bersalah.
Dalam rangka memperkuat kedudukannya, Aceh mengadakan hubungan dengan Kesultanna Turki, namun demikian Turki pada saat itu memang sedang mengalami kemunduran. Kendati demikian, hubungan yang dijalin oleh Aceh dengan Turki tahun 1869, kedudukan Aceh makin bertambah penting, baik ditinjau dari strategi perang maupun dari dunia perdagangan yang dekat dengan Selat Malaka. Oleh karena itu, baik Inggris maupun Belanda takut kalau-kalau Aceh diduduki oleh salah satu bangsa Barat lainnya.
Namun setelah terbukti bahwa Aceh mengadakan hubungan dan perundingan dengan Konsultan Italia dan Amerika, maka Inggris dan Belanda mengadakan perjanjian tahun 1872 yang dikenal dengan Traktat Sumatera, dimana Inggris memberikan kelonggaran kepada Belanda untuk bertindak terhadap Aceh dan sebaliknya Inggris boleh secara leluasa berdagang di Siak.

2.      Jalannya Perang Aceh
Belanda merasa tidak puas terhadap hubungan antara Aceh dengan Konsul Italia dan Amerika Serikat di Singapura itu berusaha untuk mendapatkan keterangan dari Aceh tentang terjalinnya hubungan tersebut. Tetapi Aceh menolak untuk memberikan keterangan, akhirnya Belanda mengumumkan perang dengan Aceh. Kerajaan Aceh yang menyadari akan adanya bahaya dari Belanda itu mempergunakan siasat perang Gerilya. Perang Gerilya Aceh cukup berhasil karena didukung oleh keadaan alamnya. Pihak Belanda mendapat perlawanan yang seimbang. Begitu pula ketatanegaraan Aceh yang sulit dan tidak diketahui oleh Belanda, sangat membingungkan siasat perang Belanda.
Pada tahun 1873, pasukan Belanda yang pertama dengan kekuatan 3800 orang dapat dibinasakan oleh pasukan rakyat Aceh. Jendral Kohler yang memimpin pasukan tersebut dapat di bunuh, sehingga serangan Belanda itu mengalami kegagalan.
Kemudian menyusul pasukan Belanda dengan kekuatan 8000 orang di bawah pimpinan Jendral Van Swieten. Pasukan ini berhasil merebut Kotaraja. Setelah Istana jatuh ketangan Belanda, tidak lama kemudian Sultan Aceh wafat, namun semangat rakyat Aceh di bawah pimpinan Panglima Polim tetap tegar menentang kedatangan Belanda.
Serangan – serangan Belanda sering membuahkan kemenangan. Belanda, dibawah pimpinan Jendral Van der Heyden, dapat merebut Aceh Besar pada tahun 1874. sejak itu pemerintahan militer diganti dengan pemerintahan sipil. Penggantian sistem pemerintahan ini bertujuan untuk menghentikan peperangan, karena Belanda berpendapat, perang akan dapat dihentikan dengan jalan mengadakan pembangunan. Namun rakyat Aceh tetap mengobarkan semangat perang sehingga perang semakin bertambah hebat.
Pertempuran bertambah hebat. Kekejaman dan kezaliman akibat perang menimbulkan kebencian di kedua belah pihak. Para pemimpin agama Aceh menyerukan Perang Jihad fi Sabilillah (Perang Suci di jalan Allah).
Pasukan Belanda tidak pernah mengadakan serangan secara besar-besaran. Pasukan Belanda hanya berkuasa di sekitar Kotaraja padahal Belanda telah berperang dengan rakyat Aceh selama 11 tahun.
Seorang Panglima yang terkenal yaitu Teungku Umar, dengan siasat perang yang dimilikinya mengatakan bahwa Belanda tidak dapat dikalahkan tanpa perlengkapan senjata yang memadai. Oleh karena itu, Teungku Umar menyerah pada Belanda tahun 1893 dengan tujuan hanya untuk mendapatkan perlengkapan persenjataan. Setelah mendapatkan persenjataan, pada tahun 1896 ia meninggalkan tentara Belanda dan bersatu dengan pejuang rakyat, sehingga serangan-serangan peuang Aceh terhadap Belanda semakin berbahaya.
Di pihak lain muncul perlawanan-perlawanan yang bersifat kagamaan  dibawah pimpinan seorang ulama (Teungku), yaitu Teungku Cik Di Tiro. Golongan ini menentang kedatangan Belanda yang dianggap akan meyebarkan agama Kristen di Aceh. Di samping itu, mereka tidak mengenal kompromi atau mudah menyerah kepada Belanda, bahkan mereka berpendapat bahwa perang yang dilancarkan merupakan perang Jihad (perang suci didasarkan pada agama).
Belanda yang sudah kewalahan menghadapi serangan-serangan Aceh, akhirnya mengirim Dr. Snouch Hurgronje untuk menyelidiki tata Negara Aceh. Dari penyelidikannya itu yang ditulis dengan judul De Atjehers (Dalam Bahasa Inggrisnya The Achnese) dapat diketahui letak kelemahan dan kunci rahasia, baik yang berhubungan dengan tata Negara, kepercayaan, adapt maupun siasat perang dan sebagainnya.

3.      Akhir Perang Aceh
Berdasarkan pengalaman Snouch Hurgronje, pada tahun 1899, Belanda mengirim Jenderal Van Heutsz untuk mengadakan serangan umum di Aceh Besar, Pidie dan Samalanga. Serangan umum di Aceh itu dikenal dengan Serangan Sapurata dari pasukan Marchausse (arsose) dengan anggota pasukannya erdiri dari orang-orang Indonesia yang sudah dilatih oleh Belanda. Pasukan inilah yang benar-benar telah mematahkan semangat juang para pejuang Aceh. Dalam serangan itu banyak putra-putra Aceh yang gugur. Sambil memberi perlawanan yang sengit, rakyat Aceh mundur ke pedalaman. Untuk menyerbu ke pedalaman. Untuk menyerbu ke pedalaman, Belanda mengirim pasukannya di bawah pimpinan Jendral Van Daalen. Rakyat Aceh ternyata tidak siap dan kurang perlengkapan sehingga laskar menjadi kocar-kacir dan terpaksa lari mengundurkan diri dari Medan pertempuran Gerilya.
Dalam waktu singkat Belanda merasa berhasil menguasai Aceh. Kemudian Belanda membuat Perjanjian Pendek, dimana kerajaan-kerajaan kecil terikat oleh perjanjian ini. Kerajaan-kerajaan kecil itu tunduk pada Belanda dan seluruh kedudukan politik diatur oleh Belanda, sehingga masing-masing kerajan daharuskan untuk:
      Mengakui daerahnya sebagai bagian dari kekuasaan Belanda
      Berjanji tidak akan berhubungan dengan suatu pemerintahan asing
      Berjanji akan menaati perintah-perintah yang diberikan oleh pemerintah Belanda
Perjanjian pendek juga bertujuan untuk mengikat raja-raja kecil atau mengikat kepala-kepala daerah. Pemerintahan Belanda juga mengikat raja-raja yang besar kekuasaannya, diantaranya Deli Serdang, Asahan, langkat, Siak, dan sebagainya dengan suatu perjanjian.
Demikianlah perang yang terjadi di Aceh yang mengorbankan putra-putra tanah Aceh seperti Teungku Umar, Panglima Polim, eungki Cik di Tiro, Tjut Nyak Dien, Tjut Mutiah, Tuanku Muhammad Dawodsyah dan rakyat Aceh yang dapat kita anggap sebagai tokoh perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Sumber: Modul IPS SMK N 1 MGL.

Tuesday, December 18, 2012

waduk serba guna jatiluhur

(dedi-smk.blogspot.com) Waduk jatiluhur (8300 Hektar) merupakan waduk terbesar di Indonesia, waduk ini juga merupakan waduk yang terbesar di Asia. Waduk yang dibangun tahun 1957 ini juga merupakan pemasok listrik yang andil besar dalam menyediakan energi listrik di daerah Bandung dan jakarta. Waduk jatiluhur di disebut juga dengan nama waduk serbaguna, itu karena waduk terbesar di Indonesia ini memanglah banyak sekali kegunaannya. Selain memasok energi listrik waduk ini juga mengairi saluran irigasi bagi sawah masyarakat setempat  disaat kemarau. Sedangkan saat musim penghujan waduk ini berfungsi sebagai penahan banjir dari sungai citarum. Tidak hanya itu waduk serba guna ini juga dapat difungsikan sebagai tempat wisata, bahkan para nelayan disekitar waduk juga menyewakan kapal mereka bagi para pengunjung waduk. Untuk dapat masuk ke waduk jatiluhur anda harus menyiapkan uang sebesar 7500 rupiah perorang dan 10000 untuk kendaraan roda 4. Mengapa harus pergi keluar negeri untuk berlibur jika di Indonesia terdapat tempat wisata yang sangat menarik dan murah? Demikian semoga bermanfaat.

Perkembangan masyarakat prasejarah (purba)

(dedi-smk.blogspot.com) Assalamualaikum wr wb
Alhamdulilah saya sangat bersyukur karena kemarin tepatnya tanggal 28 november 2012 sore hari Indonesia berhasil mengalahkan Singgapura dengan skor 1-0. Kemenangan ini dapat diraih berkat kerja sama tim yang bagus dan tak lupa doa dari masyarakat Indonesia juga. Baiklah kali ini saya akan membahas mengenai pelajaran IPS yang akan di tes kan besok, untuk itu sambil belajar saya mempostingkannya disini. Secara garis besar berdasarkan mata pencahariannya zaman pra sejarah di Indonesia dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Zaman berburu dan mengumpulkan makanan (Food Gathering)

Pada zaman ini cara berfikir manusia purba masih rendah, sehingga cara yang mereka tau untuk mencari makan adalah dengan berburu dan mengumpulkan makanan saja. Mereka cenderung berpindah-pindah tempat guna memenuhi kebutuhan makanan mereka. Tingkat ketergantungan pada alam masih tinggi.
Ciri-ciri zaman ini:
A. Mata pencaharian hanya dengan berburu dan mengumpulkan makanan
B. Hidupnya belum menetap
C. Bertempat tinggal di gua
D. Alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang kasar
E. Zaman ini hampir bersamaan dengan Zaman batu Tua

2. Zaman bercocok tanam (food producing)

Pada zaman ini cara berfikir manusia purba sudah mulai berkembang, sehingga mereka sudah tidak terlalu bergantung pada alam. Mereka mulai mampu menyiapkan makanan untuk suatu masa yang akan datang, selain itu mereka juga sudah menerapkan sistem bercocok tanam. 
Ciri-ciri zaman ini:
A. Mulai hidup menetap
B. Membuat rumah sebagai tempat tinggal
C. Bercocok tanam
D. Membentuk kelompok masyarakat
E. Peralatan sudah diasah

3. Zaman perundagian

Zaman ini manusia purba sudah mulai mampu mengolah peralatan dari logam, tempat untuk mengolah logam disebut dengan perundagian. Sedangkan orang yang ahli membuat peralatan logam disebut undagi.
Ciri-ciri zaman ini:
A. Pandai membuat alat dari logam dengan keterampilan khusus
B. Membuat model cetakan alat terlebih dahulu
C. Perekonomian telah mencapai kemakmuran
D. Sudah mengenal sawah
E. Mengenal perdagangan antar pulau

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, doakan saya semoga mendapat nilai yang bagus y

Tanam paksa di Indonesia

(dedi-smk.blogspot.com) Assalamualalaikum,
Selamat sore kawan semua, Indonesia yang kita rasakan sekarang sangatlah berbeda dengan indonesia zaman dahulu. Dahulu belum ada mall, super market, mobil, motor dan internet gratis yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia seperti saat ini. Kekejaman para penjajahan meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi rakyat, hingga sampai sekarangpun kita masih merasakan dampaknya. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai sistem tanam paksa yang diterapkan diindonesia pada masa penjajahan.

Bermula dari Negara Belanda yang dilanda krisis ekonomi, maka belanda mengirim Vn der bosch ke Indonesia guna menerapkan tanam paksa untuk memulihkan perekonomian belanda pada masa itu. Dengan sistem tanam paksa ini belanda yakin akan dapat memulihkan perekonomiannya dengan mudah, jelas saja hal itu benar. Bayangkan saja belanda tiap harinya mendapat penghasilan gratis melalui tanam paksa ini.

KETENTUAN POKOK SISTEM TANAM PAKSA

1.Rakyat harus menanam 1/5 bagian dari sawahnya dengan tanaman yang laku dipasaran eropa.

2.Tanah yang digunakan untuk tanam paksa tdk boleh lebih dari 1/5 tanah rakyat.

3.Waktu yang digunakan untuk menanam tanaman tdk boleh melebihi waktu yang digunakan untuk menanam padi.

4. Tanah yang digunakan untuk menanam tanaman paksa dibebaskan dari pajak.

5. Jika panen gagal dan bukan karena kesalahan petani, maka ditanggung oleh pemerintah.

6. Jenis tanaman yang diwajibkan adalah tanaman yang laku dipasaran Eropa.

Namun pada kenyataannya pelaksanaan tanam paksa jauh melenceng dari ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, diantaranya:

1. Waktu yang digunakan untuk pemeliharaan tanaman wajib lebih lama dari ketentuannya.

2. Tanah yang digunakan lebih dari1/5 bahkan mencapai 1/2.

3. Rakyat masih harus melakukan kerja paksa (rodi).

4. Adanya pemungutan pajak yang sangat besar.

Akibatnya rakyat Indonesia mengalami penderitaan dan kelaparan, contohnya kelaparan di cirebon (1844), demak (1848), grobogan (1849), Hal ini menyebabkan munculnya tokoh-tokoh yang menentang sistem tanam paksa:

1. Baron van hoevel
2. vitalis
3. douwes dekker
4. frans vn de putte

Mereka semua menginginkan agar sistem tanam paksa segera dihapus dari Indonesia.
Wassalamualaikum..

Saturday, December 15, 2012

sejarah kerajaan tarumanegara

yacobsemesta.wordpress.com
(dedi-smk.blogspot.com) Setelah sebelumnya membahas kerajaan kutai kini saatnya kita akan membahas mengenai kerajaan tarumanegara. Kerajaan tarumanegara adalah kerajaan yang berada di daerah jawa barat, berdiri pada abad ke 4 hingga abad ke 7 M. Tarumanegara juga merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara (khususnya di Indonesia). Berdasarkan peninggalan-peninggalan kerajaan Tarumanegara maka dapat diketahui bahwa pada saat itu kerajaan tarumanegara menganut agama hindu dengan aliran Wisnu. Raja yang sangat terkenal di Tarumanegara adalah Punawarman, pada saat itu dia memerintahkan penggalian sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang kurang lebih 11 km. Bukti-bukti yang menyatakan keberadaan kerajaan Tarumanegara berasal dari prasasti yang berjumlah 7 buah, letak prasasti tersebut yakni 5 buah berada di bogor kemudian satu buah di jakarta dan satu buah lagi berada di lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini dapat diketahui bahwa pada saat itu kerajaan dipimpin oleh raja Dirajuguru pada tahun 358M sampai 282M. Saat beliau wafat dimakamkan di sekitar sungai Gomati yang berada di wilayah bekasi. Demikian sejarah mengenai kerajaan Tarumanegara semoga bermanfaat.

Friday, December 14, 2012

sejarah kerajaan kutai kerajaan tertua di Indonesia

puputrahadiani.wordpress.com
(dedi-smk.blogspot.com) Zaman kerajaan di Indonesia sangatlah menarik untuk dipelajari, salah satu kerajaan yang pernah ada di Indonesia adalah kerajaan kutai. Kerajaan kutai adalah kerajaan yang bercorak hindu di nusantara, kerajaan ini juga merupakan kerajaan yang paling tua dinusantara. Kerajaan yang berdiri pada abad ke 4 ini terletak di muara kaman, kalimantan timur. Nama kutai sendiri diberikan oleh para ahli karena diambil dari nama tempat ditemukannya prasati yang ditemukan di daerah tersebut. Informasi yang didapatkan mengenai kerajaan kutai diperoleh dari prasasti yupa, ada tujuh buah prasati yupa yang menjadi sumber utama informasi bagi ara ahli. Dari ke tujuh prasasti tersebut akhirnya dapat diketahui bahwa raja yang memerintah kutai adalah mulawarman anak dari aswawarman dan cucu kudungga. Nama mulawarman dan aswawarman erat kaitannya dengan bahasa sansekerta. Kerajaan kutai ini mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan mulawarman, pada saat itu daerah kekuasaan kutai hampir semua wilayah di kalimantan timur. Demikianlah artikel mengenai kerajaan kutai, semoga bermanfaat.