Friday, December 14, 2012

keunggulan dan kelemahan anti virus avast




(dedi-smk.blogspot.com) Avast! siapa yang tidak mengenal antivirus ini? Antivirus dengan pengguna lebih dari 170 juta komputer diseluruh dunia ini menjadi pilihan tepat bagi kamu yang memiliki spek komputer pas-pasan. Antivirus ini sangat ringan, bahkan hampir sama dengan smadav. Setelah sebelumnya membicarakan tentang kelebihan dan kekurangan anti-virus avira maka sekarang giliran avast.


KELEBIHAN

Kelebihannya adalah dia memiliki fitur auto sandbox, fitur ini sangat berguna untuk mengeksekusi suatu file yang mencurigakan untuk diproses merupakan suatu virus atau bukan. Jika terdeteksi sebagai virus maka avast akan segera mengirimkan sampel file ke situs upload virus avast untuk kemudian dianalisa lebih lanjut. Avast memiliki heuristik yang cukup baik, namun avira lebih unggul dalam hal heuristik. Tampilan avast yang elegan akan menjadikan komputer kamu menjadi canggih, tampilannya mirip dengan pemutar mp3 seperti winamp. Dari tampilan dan ringan inilah mungkin yang membuat 170 juta orang lebih percaya untuk menggunakan anti-virus ini. Fitur lain yang tidak kalah penting adalah scan boot time, yakni pemindaian berjalan saat komputer sedang booting. Tentu ini menjadi senjata utama avast, karena dia mampu memindai komputer sebelum komputer masuk windows, itu artinya virus dan program jahat lainnya belum sempat mengaktifkan diri.

KEKURANGAN

Tidak ada anti-virus yang sempurna, peribahasa ini juga masih berlaku untuk anti virus avast, disamping tampilan dan performanya yang sangat ringan ternyata anti virus ini juga memiliki kekurangan. Diantara kekurangannya antara lain kurang teliti saat memeriksa file yang masuk dari usb, hal ini bisa saja terjadi pada komputer kamu saat kamu mencolokan flashdisc yang terinfeksi oleh virus. Heuristic yng dimiliki avast tidak sebagus avira, selain itu avast sering terlambat mendeteksi virus-virus lokal baru. Contohnya saja saat ada virus lokal terbaru maka avast baru bisa mendeteksiya beberapa bulan kemudian, mungkin karena pengguna avast sangat banyak sehingga avast tidak hanya berpusat pada Indonesia.

No comments:

Post a Comment